Jadi,
udah jadi cita - cita sejak kelas 2 SMA (around 2013) untuk bisa jadi pendonor
darah tetap, tapi sayangnya, saat itu gue belum genap 17 tahun. FYI, untuk yang
belum tau syarat untuk bisa donor darah, ini infonya
Syarat Donor Darah
(Dasar)
· Usia minimal 17 tahun
· Berat Badan Minimal 45 kg untuk pria dan
wanita.
· Tekanan Darah Normal, yakni tekanan sistol =
100-150 mmHg dan tekanan diastol = 70 – 100 mmHg Denyut nadi teratur dengan
Frekuensi 50 – 100 kali/ menit.
· Kadar Haemoglobin (Hb) wanita minimal 12
gram%, pria minimal 13 gram%.
Orang dengan
kondisi berikut ini tidak memenuhi syarat donor darah:
· Penyakit jantung atau paru-paru (Donor yang
memiliki asma, tapi tanpa gejala asma boleh donor darah)
· Tekanan darah tinggi dalam pengobatan
· Diabetes dalam pengobatan
· Setelah Operasi besar (dapat mendonorkan
darahnya setelah 12 bulan)
· AIDS atau gejala AIDS, seperti demam yang
tidak dapat dijelaskan, keringat malam berat, penurunan berat badan yang tak
terduga, pembesaran kelenjar, diare kronis.
· Epilepsi
· Hepatitis B atau C
· Sipilis
Orang dengan
kondisi berikut ini tidak memenuhi syarat donor darah untuk sementara waktu:
· Common cold (demam), flu atau radang
tenggorokan, tunggu satu minggu setelah pemulihan atau sembuh
· Ekstraksi gigi atau perawatan gigi, tunggu 3
hari setelah pengobatan Infeksi kulit (minor), tunggu 1 minggu setelah
penyembuhan lengkap.
· Kehamilan normal, silakan menunggu selama 6
minggu setelah melahirkan dan ketika Anda tidak menyusui.
· Bepergian ke daerah endemis malaria seperti
daerah pedesaan di Malaysia, Thailand, Indonesia, dll, silakan tunggu 6 minggu
sampai 3 tahun dan meminta saran dokter apakah anda memenuhi syarat donor darah
· Kontak dengan Penderita Hepatitis B, tunggu
12 bulan dan setelah melakukan vaksinasi lengkap hepatitis B (dan menunjukkan
respon antibodi yang memuaskan)
· Penyakit Menular misalnya Cacar air, Campak,
Demam Berdarah, tunggu 6 bulan setelah pemulihan
Kaitannya dengan
Obat-obatan
Orang yang
mengonsumsi obat untuk pengobatan kanker, penyakit jantung, tekanan darah
tinggi, diabetes atau infeksi saat ini tidak akan
diterima sebagai donor darah. Bagi mereka yang memakai:
· Obat Tradisional :
Tunggu 3 hari baru bisa donor darah.
· Antibiotik : Tunggu 1 minggu baru bisa donor darah.
· Obat anti-malaria :
Tunggu 4 minggu baru bisa donor darah.
Sumber :
http://mediskus.com/kb/syarat-donor-darah
Nah, pas gue 17 tahun, gue beranikan diri untuk
donor darah. Dengan gagahnya, gue dari rumah otw ke Bandar Lampung untuk donor,
dan rencananya donor hari itu untuk pasien thalassemia. Tapi sayangnya, pasien
tersebut udah dapet pendonor yang lebih cepat, dan karena gue ga ngerti
prosedur donor itu gimana, gue yang udah sampai di depan UDD PMI Bandar Lampung
pun akhirnya memutuskan pulang. Haha cemen yaa guee~
Selang dua bulan, gue masih penasaran sama donor darah. Keinginan gue pun gue post di twitter,
berharap bakal nemu kawan untuk donor bareng. Dan, yak, gue dapet barengan
untuk donor, si Athifah a.k.a Ipeh. Oh iya, saat itu tuh lagi di bulan Ramadhan
gitu pokoknya. Walaupun lemes lemes dikit, gue tetap memaksakan diri untuk
donor. “sebagai wujud rasa syukur gue, karena gue pada
akhirnya bisa kuliah, dan menyelesaikan seluruh proses administrasi dengan
ajaib” pikir gue saat itu. Berdua dengan Ipeh, gue pun pede masuk ke ruang
dinir darah. Pertama isi form dulu, terus ngebawa form itu ke meja registrasi,
untuk di cek golongan darah dan Hb nya. Waktu cek golongan darah, gue pun
mendapati golongan darah gue adalah A. Lanjut ke tes Hb, ternyata Hb gue amat
sangat tidak memenuhi standar. Karena cek nya masih manual, jadi gue ga tau
pasti berapa nilai Hb gue, yang jelas tetesan darah gue mengambang dengan indah
tengah tengah cairan berwarna bening itu. Gue mendadak lemas, dan sedih.
Ditambah rasa iri pula karena Ipeh, berhasil donor -_-“ Dari
situ gue pun ga nyerah. Gue mikir, mungkin efek puasa. Gue laper, makanya Hb
gue rendah. Yasudahlahya~
Dua bulan kemudian, gue pun kembali membangkitkan
niat untuk donor darah. Saat itu statusnya gue masih sebagai mahasiswa baru di
kampus gue ini. Long story short, niatan gue disambut baik sama
kawan gue, Risca, dan kita pun langsung otw ke PMI. Begitu gue sampai di PMI,
gue kembali mengulangi pola itu; isi form, ke meja registrasi, cek golongan
darah, dan cek Hb. System cek Hb nya pun masih manual, hanya melihat tetesan
darah kita mengambang atau tenggelam ketika dimasukkan ke cairan tersebut.
Kalau dia mengambang, tandanya Hb nya rendah. Begitu pula sebaliknya. Nah saat
darah gue diteteskan ke cairan itu, darah gue tenggelam ssih, tapi terus
berhenti di tengah jalan, bagaikan hidup segan mati tak mau. Setelah petugas
yang menangani gue berkonsultasi dengan kawannya, tentang boleh ga gue donor
dengan keadaan darah sedemikian rupa. Akhirnya mereka mengizinkan gue untuk
donor, dan gue lanjut ke cek tahap selanjutnya, cek tensi. Tensi normal,
120/80. Lanjut cuci tangan, dan masuk ke ruang donor. Proses donor pun dimulai.
Ga ada drama apapun sih selama donor. Semua berjalan dengan normal, sampai gue
balik ke jurusan, dan drama was begun. Begitu jalan dari parkiran motor ke
gedung jurusan, gue mendadak keliyengan, badan lemas, dan gue ga sanggup
berdiri sama sekali. Nyaris pingsan rasanya. Akhirnya
dengan sisa tenaga yang gue punya, gue berusaha balik kerumah dan istirahat,
dengan harapan besok udah sehat. Ternyata gue salah besar. Besoknya, keadaan
gue justru semakin memburuk. Semakin ga bisa berdiri, dan kepala muter muter ga
jelas. Keadaan itu ga Cuma gue alami sehari doang. Sampai seminggu gue berada
di keadaan yang super absurd.
Setelah kejadian itu, gue memutuskan untuk istirahat
dari niat gue untuk ikut donor darah. Tapi Alhamdulillah, kejadian itu ga
ngebuat gue kapok untuk donor darah. Sampai akhirnya di bulan Februari 2014,
gue diajak kawan gue Elissa untuk donor darah. Gue pun dengan semangat
berangkaat ke PMI bareng doi. Begitu sampai, isi formulir, lanjut ke meja
registrasi untuk cek golongan darah dan Hb. Pas cek golongan darah, darah gue
belum berubah. Masih A haha. Pas cek Hb, nah cek nya udah pake alat gitu, jadi
nilai Hb yang keluar bakal lebih akurat. Lanjut, Hb gue pun di cek. Dan guess
what? Hb gue saat itu hanya 8,9 dari nilai Hb minimum
12,5. Sedih? Banget! Again, gue cuma bisa ngawanin kawan gue untuk donor. Saat itu,
berharap supaya someday, gue bisa donor darah lagi.
Kenyataan emang jarang yang bisa sesuai dengan
ekspektasi. Pengennya sih rajin donor. Tapi apadaya, tiap ke PMI, ataupun stand
mobil PMI yang dibuka di bazaar bazaar, gue selalu gapernah bisa donor. Jangan Tanya
berapa kali, karena jawabannya bisa puluhan kali. Dan dari puluhan kali
penolakan PMI terhadap diri gue, alasannya selalu sama:
Hb gue rendah. Paling tinggi dari yang pernah gue cek Cuma 11,6.
Kegagalan itu ga membuat gue menyerah. Berbagai car ague lakuin supaya gue bisa
donor lagi. Mulai dari makan daun ubi dan telor rebus tiap pagi, sampai gue rutin
minum suplemen penambah darah. Tapi tetap saja hasilnya nihil. Nilai Hb yang
ditunjukkan oleh alat alat itu ga pernah bisa melebihi batas minimum Hb yang
ditentukan. Dan again, gue ditolak sama PMI.
Tapi emang dasarnya gue emang batu sih, jadi penolakan
penolakan itu ga pernah berhasil ngebuat gue nyerah. Rutin gue dating ke PMI
untuk ngecek apakah gue bisa donor atau ga.
Terakhir donor September 2013, dan selalu mengalami
penolakan, sampai akhirnya kemarin, 30 Maret 2017 gue berhasil donor! Yeayyy! Bahagia?
Banget! Ada rasa puas terhadap diri gue sendiri, walaupun sebenernya sempat
hopeless begitu jalan ke meja registrasi. Tapi Alhamdulillah, Hb gue bisa
melebihi nilai minimum, bahkan sampai 13,9!
Gue ga berniat pamer ataupun riya. Gue Cuma pengen
share, kalo perjuangan itu pasti akan berbuah manis. Apapun
itu. Mungkin in my case cuma sekadar donor darah. Tapi buat gue pribadi, selagi
itu untuk kebaikan, Insya Allah gue gaakan menyerah. Dan gue nulis ini, untuk
jadi pengingat untuk diri gue sendiri. Karena someday, gue pasti mengalami hal
hal syang lebih struggle dari pada donor darah. Dan gue mau, gue, Azmi Prilly
Naisa di masa depan, harus tetap semangat menghadapi apapun masalah yang
dilewati, sampai akhirnya kelak gue bisa mencapai apa yang gue inginkan. Semangaat!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar