Sabtu, 24 September 2016

Sepaket genk goes to Cilegon

"Karena Cilegon selalu punya kenangan tersendiri, yang akan sulit untuk dilupakan" - A.P.N

Berawal dari rencana sedengnya si Dian dan Elissa yang mendadak ngajak liburan ke Cilegon. Gue shock dan bingung harus gimana. Yang pastiii seketika gue langsung bilang "iya" dong. Tapiiii, gimana perasaan Ridho? Secaraaa hmmm. Tapi alhamdulillah dia bilang boleh. Haha jadilah kita atur rencana berangkat.
#ahhh karena part PKL belum ditulis lengkap, jadi ceritanya mah bakal agak nanggung haha

Tadinya mah mau ngide langsung berangkat besoknya, tapi kok mendadak banget yaa, karena ide itu muncul jam 9 malem, dan belum ngabarin yang di Cilegonnya, dan sampe jam 11 malem baru sedikit yang respon jadilah di undur. Yaaah ternyata pada sibuk nge deadline, jadi pada bales line nya jam 2 pagi setelah udah diputusin diundur seminggu. Pukpuk kasian ahhh kakak kakak mantan MT mah haha.

Demi apapun, gue berharap seminggu itu bisa di skip. Langsung ajaa hari Jumat lagi, berangkat ke Cilegon. Kangen Cilegon dan secuil kenangan disana euy.

Daaan yak, hari yang ditunggu dateng. Hari Jum'at berangkat. Jam 10 berangkat dari termilan Rajabasa. Dengan naik bis AC tujuan Bakauheni kami yang seharga Rp. 30.000, kami pun berangkat. Bis nya jalan lumayan cepat. Biasanya naik bis itu 3 - 4 jam sampai Bakauheni, tapi kemaren hanya ditempuh dengan waktu kurang dari 2,5 jam. Yeaayy. Sampai di Bakauheni jam 12 lewat, beli tiket kapal yang harganya hanya Rp. 13.000 kami pergi meninggalkan Sumatera~

Dari Bakauheni sih cepat, sampe di Meraknya, lama nunggu kapal nyandar. Yap, kami 3,5 jam di kapal, dari waktu normal hanya 2 jam ._. Pegaaalll. Setelah turun dari kapal jam 4 kurang, kami naik bis ke arah Jakarta dan turun di terminal Seruni untuk nunggu jemputan. Oh iya, kami numpang menginap di rumah Siska, hehe.
Terusss jam setengah 5 dijemput Siska, dan pulang kerumah Siska. Istirahat sebentar, malamnya lanjut keliling Cilegon. Pas lagi keliling, eh Pak Iskandar jauh - jauh dari Serang main ke Cilegon, buat ngajak kami keliling Cilegon. Aahhh sayang pak Iskandaarr. Malem itu diajak buat meetup sama kakak MT, tapi ternyata beberapa masih pada lembur, jadi cuma bisa ketemu kak Idil. Daann sedihnya lagi, hampir semua MT diminta untuk berangkat lembur ke pabrik untuk maintanance jadiiii acara jalan jalan kami terancam gagal. Okelah, kecewa banget, sampe kepikiran mau berangkat ke Jakarta aja. Tapi emang jodohnya kali ya untuk tetap stay di Cilegon, akhirnya kami tetap stay disana. Pagi keliling Cilegon lagi, dan meetup sama kak Jimmy di Ecco. Temu kangen, ngobrol, becanda, ketawa, aaahh senang banget pokoknya siang itu. Yaaa gue rasa, Dian dan Elissa pun setuju kalo yang pasti paling happy diantara kami bertiga ya gue, karena gue ketemu kak Jimmy. Haha. Sedangkan Elissa udah fix gabakal ketemu sama kak Tomi, dan Dian cuma ketemu kak Idil, dan itupu dengan kondisi kak Idil lagi deket sama Siska, dan mas Dinar ga bisa ketemu karena dia benar benar sibuk di pabrik, lembur sampai malam. Sedikit ngerasa salah sih sama mereka, karena mereka yang semangat buat berangkat, tapi gue yang menang banyak. Haha.
Setelah meetup di ecco, terus lanjut sorenya main ke mercusuar. Siapa aja? Ya gue Dian Elissa, Siska, dan kak Jimmy~ yak, gue menang banyak lagi. Haha.

Sampe di mercusuar abis maghrib, gelap, tapi karena spotnya bagus jadi tetap foto - foto. Dengan modal actioncam gue, handphone kak Jimmy yang dijadiin remote, dan lighting dari flashlight hp Elissa, jadilah foto foto. Objeknya? the only one Elissa dong haha. Dia palig banyak foto. But believe me, next time we have to go there again kalo ke Cilegon, ga puas foto fotonyaa.

Setelah puas di mercusuar, kami lanjut meetup sama bang Chandra, mas Deny, dan kak Idil. Nongkrong di warung kopi~ haha
Tapi kak Jimmy pamit pulang karena dia katanya lagi ga enak badan. Sedih harus pisah, terakhir lihat muka dia waktu di jalan, kami iring iringan motor, salip salipan, dan dia berhenti karena ada sesuatu di helm dia. Entah kapan lagi ketemu kan, huffftt. Tapi gapapa kok gapapa. Yang penting udah ketemu, bahkan dalam hitungan jam bareng bareng sama dia. Hahaha.

Nongkrong sampe jam 11, dan kami pun menyerah. Lelaahh. Pengen cepat pulang, tidur. setelah berpisah dengan ketiga orang itu, kami pun pulang.

Keesokan hariinya, ya tadi pagi ini haha, time to go home. Tapi sebelum pulang ke CFD dulu. Tadinya sih mau pualng sendiri aja, naik angkot gitu. Tapi ternyata keluarganya Siska maksa nganter. Duhh jadi gaenak huhu. Mana ga cuma dianter, tapi ditungguin keliling di CFD! Sayang keluarga Siskaa bangett ({})

Pas lagi asik liat liat di booth pakaian, tau tau nongol mas Ibad, entah gimana caranya. Haha. Sayangnya gue lagi pisah sama mereka, yang kata Siska, Elissa sempet bengong liat mas Ibad, kayak bingung gitu haha. Lucu pasti muka lo Caaa.

Mas Ibad sebenarnya ngajak sarapan tapi sayang kami udah sarapan jadi dia nyari sarapan sendiri deh. Maaf mas Ibad. Kami pun berpisah. Gah walaupun hanya hitungan menit, tapi thanks soo mas Ibad udah nyempetin untuk ketemu hehe.

Daaan, time to go homeeyy. Pas udah mau pulang, ada yang telfon. Kak Nizar. Pengen ketemu, sambil ngasih baju katanya. yaak, satu - satu ketemu meskipun sebentar.

"Mungkin ini bukan waktu yang tepat. Tapi yakinlahbakan datang saat yang menyenangkan itu" - A.P.N

Yaakk, dan sekarang kami dalam perjalanan pulang. Aku tak tau bagaimana perasaan yang lain, Elissa dan Dian yang pasti. Tapi aku menikmati perjalanan ini. Sangat menikmatinya.

Semoga masih ada waktu untuk kembali kesana, kota yang penuh kenangan, yang mempunyai posisi tersendiri di hati ini.

Merak - Bakauheni, 25 September 2016

Minggu, 11 September 2016

Praktik Kerja Lapangan (Part 2)

Karena terlalu membekas, aku pun sampai bingung memilih apa yang paling membuatku rindu di masa PKL. Ya, ternyata aku rindu semuanya, 1 bulan yang sangat indah.

Sampai di Lampung dengan selamat, UAS, istirahat, ngurusin FIESTA, istirahat, jalan - jalan, istirahat, urus KOMINFO, istirahat. Haha masa gue Lampung adalah masa dimana gue banyak istirahat yak alias mager alias tidur doang.

10 hari di Lampung, tibalah waktunya untuk kembali ke perantauan (?). Janjian sih jam 10, tapi ngaret sampe jam 12 karena dari kami bertiga (as always, Nabilah pergi terpisah) sama - sama mager buat packing. Semangat PKL nya berbanding terbalik dengan semangat packingnya. Haha. pas jam 12, sholat dulu, makan dulu, dan pas mau berangkat, hujan -_____-" jadilah kami nunggu hujan reda, dan berangkat jam 3 ke Rajabasa. Sampai Rajabasa, kami pun masih harus menunggu, karena bis nya kosong blong. Akhirnya bis pun berangkat jam setengah 5. Untungnya, laju bis lumayan ngebut jadi hanya butuh waktu dua jam lebih untuk sampai di Bakauheni. Beli tiket, masuk kapal. Dari luar sihh kapalnya biasa aja, dan kecil. Begitu masuk, dan diarahkan petugas kapal untuk masuk ke kabin kapal, girangnya bukan main donggg. Ternyata kapalnya ada tempat tidur, banyak pula, dan ada VIP room, lengkap dengan home theatre nya dan live music, dangdut tapi haha. Gapapa lah, nyaman kok di kapal. Kami pun memilih duduk di VIP room, dengan posisi paling depan dan pojok haha. Terusss, karena kami berangkat ke Cilegon dengan masih memikul tugas, Elissa doang sih, jadilah dia di kapal ngerjain tugas. Gue dan Dian? Selfie, makan, nonton Elissa yang mulai panik haha. Seperti yang gue bilang, kapalnya bagus, enak pula. Cumaaa karena kapalnya kecil dan gelombang malam itu ga bersahabat, ditambah gue abis insom malemnya, dan di bis pun ga bisa tidur, jadilah kepala ini sakit. Nyoba buat nahan karena suasananya asik banget sebenernya, tapi ga kuat. Akhirnya pergi ke tempat tidur massal, caru space yang "aman", tidur deh. Dan yaaay bangun tidur dengan lega karena sakit kepalanya berkurang walaupun ga ilang. Terus nyamperin Dian sama Elissa, dan pengen foto foto diatas kapal, nekat lah keatas kapal dengan meninggalkan koper dan tas kami haha nekat banget asli. Sampe atas, ternyataa angin plus gelombangnya bener bener ga bersahabat, jalan aja ga bisa kalo ga pegangan -____-" akhirnya kami pun membatalkan niat untuk foto - foto dan kembali ke posisi untuk siap siap turun karena kapal udah mau bersandar. Kami turun kapal jam 22.30. Langsung cari angkot, dan sampai di rumah ibu dengan selamaat. Kami langsung istirahat sebentar, mandi, makan nasi goreng buatan bapak yang super enak, dan kembali ke kamar. Niatnya pengen tidur karena berasa capek banget, tapi kok ga bisa tidur ya? Jadilah kami bertiga begadang sampai jam 2, dan satu per satu tumbang haha. Paginyaa, kami bangun kesiangan, jam 6 baru bangun, tapi kami malah santai banget. Bangun, mandi, dan pamitan dengan bapak dan ibu sambil mengambil jatah sarapan yang ternyata udah di kotakin. Jam 07.25, suasana di pinggir jalan udah sepi, ga ada karyawan ataupun mahasiswa PKL dari universitas lain, tapi kami masih positive thinking dan berpikir kalo bakal ada bis lain yang lewat. 07.40, ga ada satu bis pun yang lewat, kami pun panik. Akhirnya memutuskan untuk naik angkot sampai ke jalan masuk perusahaan, dengan harapan bakalan ada bis perusahaan yang lewat entah dari arah mana. 07.55, nihil. Padahal jam masuk perusahaan 08.00, dan hitungannya inu hari pertama kami PKL, masa' telat? -___-" akhirnya kami berempat jalan ke gerbang pertama kawasan industri. Sambil jalan, ternyata ketemu sama mas mas yang dengan ramahnya nanya kami mau kemana, jawab aja deh mau PKL di KS, mas nya kasih tau tanya satpam aja nanti minta ditebengin mobil karyawan yang ke KS. Bersyukur banget pastiii, dan ternyata mas itu bukan karyawan KS, tapi Krakatau Engineering, anak perusahaannya KS. Terus sesampainya di pos satpam, mas itu yang justru minta ke satpam buat cariin kami tumpangan, dan dapat! dengan tujuan yang sama pula, yaitu SSP. Rasanya bahagia banget! Sampai kantor jam 08.15, telat 15 menit -____-" langsung ke ruangan pak Sularto, dan beliau pun mengenalkan kami dengan karyawan yang ada di ruang engineer.

Berhubung setiap orang yang gue kenal disana punya "kenangan" tersendiri, jadi jabarin 1 1 aja deh yaaa.

1. Ibu dan bapak kost
to be honest, gue lupa nama ibu dan bapak (ampun pak, bu). Tapi beliau ini menurut gue berjasa di hidup gue dalam bidang perPKLan, terutama ibu deh. Soalnya ibu yang bantu urus berkas, ibu yang menjamin kami pasti diterima, dan selama disana, kami dilayani dengan super baik. Diajak main ke pantai, diajak kondangan, ahhh seruuuu, dan ibu itu sekretari manager apa gitu lupa haha, tapi yang jelas ibu satu kantor dengan kami, walaupun beda divisi. Kalo bapak, berjasa dalam hal permakanan, gimana enggak, 30 hari disana, bapak yang masak untuk kami. Makanannya pun enak enak banget, dan cukup mewah buat gue. Sayur dengan lauk daging ataupun seafood, kadang masih ditambah lauk tahu dan tempe. kangen masakan bapaakkk u,u. Bapak ini pensiunan KS juga, dulunya kerja di plant HSM.

2. Pak Sularto
Pak Sularto ternyata rumahnya dekat dengan rumah ibu, jadi ibu kalo mau ke kantor pun nebeng dengan beliau ini haha. Beliau orangnya seruu, hobi becandaan, dan hobi nyetel lagu sinden hihi.

3. Pak Arsy
Pertama kali liat pak Arsy, gue yakin kita berempat kompak untuk sebut dia ganteng! haha. Senyumnya itu loh, belum lagi pembawaannya, wibawanya, dan ahhh beliau baik banget. Mau membimbing kami selama disana, terutama gue dan Dian sih karena beliau spesialis otomasi gitu, dan Elissa super ngefans dengan pak Arsy ini haha. Sayangnyaa pak Arsy udah punya istri, yang sedang hamil 8 bulan saat itu.

4. Pak Dayat
Pembimbing Nabilah dan Dian. Hobi ngelus perut 😂 dan kalo ngomong cepet, jadi kadang susah ngertinya sih, but we still loving you, pak!

5. Pak Solikhin
Pembimbing gue dan Dian. Keliatannya sih alim. Baik bapaknya, tapi selalu memaksa kami berpikir keras tanpa memberikan clue, dengan paper yang terbatas dan susah ketemu jawabannya di berbagai jurnal -____-" tapi pak Solikhin juga berjasa selama PKL. Maafin kami ya pak dengan kurang ajarnya jarang menghadap bapak :(

6. Pak Pujihari
Ahhhh, pak Pujihari itu misterius awalnya. pertama kali ketemu waktu beliau dateng ke ruangan kami dan membuat kami merasa bodoh seketika -_-" tapi lama kelamaan, pak Puji ini seru bangetttt! Hobi ngajak kami keliling pabrik, dengan lingkup yang antimainstream! Haha, belum lagi ilmu  - ilmunya. Tentang contactor, PLC, multimeter 20juta pada masanyaaa, aaaahh kangen pak Pujihari u,u

7. Pak Iskandar
Bapak kocak, yang hobi ngasih kami makanan walaupun cuma permen, yang menikhlaskan ruangannya kami jarah kalau ruangan kami dipakai rapat, yang rela menghibahkan printernya untuk kami pakai ngeprint laporan, yang selalu nawarin kopi hampir setiap hari, yang selalu membantu menyelesaikan tugas lapangan kami saat kami mengalami kebuntuan, yang hobi foto foto, yang to the point ngajak kami ke atap, aaaahh kangen pak Iskandar bangett ngett ngetttt!!!

8. Teteh Fotokopi
kenapa Dipanggil begitu? Karena teteh adalah penunggu mesin fotokopinya kantor SSP haha. teteh yang baik, yang kalo kita fotokopi, doi gapernah mau dibayar, jadi selalu gratis gitu tiap fotokopi disana hihi teteh terbaikkk ❤

Selain itu, kami juga dikenalkan ke karyawan Management Trainee (MT), yaitu karyawan magangnya KS, para calon engineer KS, yang masa magangnya ga nanggung - nanggung, setahun tjoyy!!! Nah mereka ini masih muda muda bangettt. Paling tua pun angkatan 2009, masih friendly banget lah sama kami, jadilah kami berteman dengan baik! Hihi. MT di SSP ada 10, dan yang satu ruangan dengan kami ada 9, dasar kaminya cabe, ditambah cowo cowo mudah yang seru, kebayang deh ruangan itu serame apa haha. daan MT nya adalahh

1. Idil Fitrianto
Kak Idil, alumni konversi ITS jurusan teknik elektro, yang menempuh D3 di UGM dengan gelar cumlaude, orang asli Jambi. Kak Idil ini yang super berjasa di kehidupan per PKL an gue dan Dian. Kalo bingung masalah laporan, tanya kak Idil. Ngerasa kurang bahan? Tanya kak Idil. Revisi laporan? Kak Idil dong. Apa apa kak Idil pokoknya. Kak Idil da beeesssttt. Nahh kak Idil ini MT yang deket banget dengan pak Arsy, jadi gue rasa wibawanya pak Arsy pun nyantol deh di dia hihi. Sempet ngefans gue sama kak Idil karena wibawanya, tapi lama - lama biasa aja tuh, karena ternyata kak Idil kocak abis. Hihi. Kangen kak Idil 💕💕

2. Jimmy Sa'pang Paembonan
Alumni ITS jurusan material dan metalurgi, cumlaude pula, kebayang ga sih cerdasnya gimana kak Jimmy ini? Dia malaikat tak bersayapnya Elissa dan Nabilah. Kak Idil versi mereka lah. Daan kak Jimmy hampir selalu nawarin SSO nya kalo kalo sinyal internet kami buruk banget. Baik banget kaaannn. Awalnya gue pikir dia ini study oriented, ternyata ga juga loh. Jago main gitar, suaranya bagus, bikin orang kelepek kelepek kalo denger suaranya haha. Gue, Dian, dan Elissa pun terhanyut lewat suaranya. Kalo lagi bete di kantor? Pasang headset, denger lagu yang di cover dia, hasil nyolong soundcloud dia yang pasti. Kak Jimmy juga orangnya seru, tempat kami bertiga curhat, dan orang pertama yang pasti kami ajak kalo mau main kemanapun, dan dia pun hampir selalu ikut hihi, bahkan sampe ke dufan :D . Selama disana, pas kebagian jatah dia ulangtahun, jadi kami ngerayain ulangtahun diaa, yaa he is not the only one yang ultahnya dirayain disana, masih ada MT lain juga kok. Karena sering ngobrol, curhat, dan ngegosip, jadilah kami bikin genk yang namanya genk penggosip haha. Tapi 1 hobi kak Jimmy yang weird banget, dia hobi ketawa sendiri -_____-" walaupun udahnya dia jelasin kenapa dia ketawa sih. Dan doi juga hobi ngaca, kata dia sih ga pede dengan rambutnya haha. Seru banget lah kalo cerita tentang dia maah. Kangen kak jimmy u,u

3. Nizar Syamsuddin
Doi hobinya pdkt sama Nabilah nih, haha :D ga deng, becandaaa. Kalo kak Nizar ini seru buat diajak sharing, walaupun gue sendiri kalo sharin sama kak Nizar ga seterbuka sama kak Jimmy, and also Dian dan Elissa juga sjh gue yakin. Kak Nizar ini beberapa kali bawa sandwich gitu, enak banget. Tapi yang buat mantannya Tommy, jadi si Elissa ogah ogahan makan rotinya haha. Kak Nizar juga baik bangettt, ruangan dia paling sering dijarah kalo kami kedinginan di ruangan kami dan paling sering kami bajak komputernya untuk cari bahan laporan kalo internet kami buruk banget. Baik kan dia? Dan dia selalu semangat untuk ngajak kami main! Hihiiyyy. Selama disana, pas kak Nizar ulangtahun, pas CFD, jadilah ngerayain ultah kak Nizar, dan di traktir mie ayam hahaa.

4. Tommy Hendarto
Kalo kata Elissa, doi ini MT yang paling purba. HP masih nokia, sosmed ga punya, ada IG pun gue yakin pasti dibuatin mantan dia, dan cuma bisa dihubungin lewat sms dan WA. Kurang purba apa coba dia? Haha saking purbanya, bikin Elissa kesemsem! misterius kalo kata Elissa. Sifat dan sikapnya juga ga bisa ditebak sih. Kadang dingin, cuek, kadang kayak anak kecil, manja, kadang tengil, ganjen, ahhh emang paling beda dia mah dari MT yang lain. Dan hobi dia adalah kalo main paling suka pake celana pendek yang robeknya tuh sampe paha atas! You're super weirdo, dude! Tapi tenang, Elissa masih tetao ngefans sama lo kok kak! Haha

5. Dinaryuda Dwi Kurniawan
MT pertama yang ngajak kenalan, yang ngajak makan ke kantin, yang siap bantu kami. Mas Dinar ituu orangnya kalemme rek, tapi kalo diajak sharing ituloh, orangnya wise bangett hehee. Dia super sibuk, soalnya dia alumni teknik mesin ITS, yang dengan kebetulannya ada engineer yang pensiun dan hampir seluruh beban tugasnya diserahkan ke mas Dinar. Tapi mas Dinar kereenn wuhuuu. Mas Dinar pun masuk ke additional genk penggosip berdua sama mas Ibad haha :D

6. Ilham Khoirul Ibad
Orangnya (kayaknya) kalem, tapi sekali ngomong kadang nyampe ke hati (sakitnya) haha. Tapi mas Ibad ini baik. Pas di kantor makan duren, dia yang inget sama kami dan ngasih kami duren yippy, dan dia juga ga segan - segan minjemin ruangannya untuk kami jarah kalo kami kedinginan di ruangan dan bosen dengan ruangan kak Nizar haha. Dia juga sering muterin video gitu buat hiburan. Mas Ibad da besssttt. Awalnya gue kira doi orangnya cuek, tapi ternyata doi pengamat yang ulung boss. Haha. Doi paling perhatian sama Elissa. Urusan hati sih nomor sekian lah ya, gatau gue juga, tapi menurut pengakuan dia sih, dia lagi ngejer cewe gitu, dan dia mau memperjuangkan cewe itu sampai waktu yang tak ditentukan. Aahh, mas Ibad ternyata sweet ❤

7. Chandra Hatta T.
Orang batak, selalu CS an sama kak Jimmy buat ke kantin duluan tiap Jum'at saat yang lain lagi sholat Jum'at, haha. Bang ChanD juga baik, seru, dan selalu mengizinkan kami menjarah tempatnya beberasa saat. Menjarah tempat bang ChanD berarti menjarah tempat mas Deni dan mas Dinar hihi. Dia juga ga sungkan buat sharing sharing, baik dalam akademis maupun pribadi. Seru kalo udah ngobrol dengan bang ChanD ini.

8. Deny Ardiansyah
Mas Deny, yang kalo ngomong medok sekaliii, dan jadi orang pertama gang request buat dipanggil "mas" karena dipanggil "kak" terlalu kasar katanya haha baiklah mas. Mas Deny baik banget, sempet minjemin kamera jugaa, dan mas Deny termasuk dalam golongan orang kalem disana ❤

9. Ridwan Setiawan
Dari semua MT, bahkan semua karyawan yang gue kenal disana, kak Ridwan ini yang palinggg kalem. Doi udah nikah ❤ waktu kita disana sih belum tapi ga lama setelah kami selesai PKL gitu doi nikahnyaa. Semoga langgeng ya kak pernikahannya 😊

10. Angga
Kak Angga ini beda ruangan jadi ga begitu dekat dengan doi. tapi kak Angga ramah nan baik sih, tiap ketemu di mushola pasti dia akan menebarkan senyumnya lebar lebar deh, pasti haha.

Nah, ternyata di SSP ini ada mahasiswa PKL juga, dari UNTIRTA. Beda ruangan sih, tapi yaaa biasa, pak iskandar, menyatukan dan mendekatkan yang jauh haha. Ada Siska dan Ayu, yang jadi partner buat jalan - jalan selama PKL ihiiyyy

Praktik Kerja Lapangan (part 1)

Dari sekian banyak daftar yang ingin gue kenang, hal pertama yang sangat ingin gue tulis adalah kenangan selama PKL. Kenangan selama PKL itu sangat membekas di sanubari (?) benar benar sulit dilupakan. Bahkan dari sebelum keberangkatan.

Dari setelah kami dinyatakan diterima PKL di PT. Krakatau Steel (PERSERO) Tbk., kami langsung dihadapkan oleh masalah yang (dengan dramanya dianggap) besar. Gimana enggak, di surat balasan dari KS tertulis bahwa kami WAJIB menghadiri pembekalan mengenai keselamatan kerja dari K3LH di aula gedung Human Capital Development pada 4-6 Januari yang dengan (kampret) kebetulan, itu hari pertama gue UAS, dan gue ada jadwal UAS. Tindakan pertama yabg dilakukan jelas langsung telepon pihak KS, meminta keringanan masalah pembekalan. Tapi ternyata nihil. Pihak KS sama sekali tidak memberi keringanan untuk urusan ini. Akhirnya masuklah kami ke opsi kedua, lobi dosen yanga ada ujian dari hari senin - kamis.

Oh iya, gue PKL disana ga sendiri. Gue PKL berempat, bareng Dian Kartika Ratnasari, Elissa Puspita, dan Nabilah Rafidiyah. Gue dan Dian ambil KBK instrumentasi, sedangkan Elissa dan Nabilah KBK material. Si Elissa sama Nabilah masih aman di tanggal 4 - 6 Januari. Tapi gue dan Dian ternyata tidak seberuntung itu. Senin ternyata ada UAS Sistem Pengaturan dengan pak Gurum dan selasa ada UAS Elektronika Digital dengan ibu Suci. Sedangkan kamis ada UAS fisika komputasi dengan bu Yanti. Jadilah gue lobi masalah UAS ke pak Gurum, boleh susulan. Hari pertama aman. Kemudian lanjut ke bu Suci, masih aman. Setelah aman dengan dua dosen tersebut, gue dengan PD nya menghadap ke bu Yanti dengan keyakinan akan diberikan keringanan. Tapi ternyata, permintaan gue ditolak mentah - mentah oleh beliau. Baiklah, kembali putar otak. Akhirnya diperoleh jalan tengah yaitu berangkat ke Cilegon untuk pembekalan hingga hari Rabu, kemudian di hari Rabu izin setengah hari lalu pulang ke Lampung, sampai lampung tengah malam, dan pagi langsung ikut ujian fisika komputasi. Kemudian izin dengan pihak KS tentang rencana ini, dan alhamdulillah di ACC. Setidaknya gaada yang perlu di korbankan kecuali kantong karena harus bolak balik Lampung - Cilegon.

Problema selanjutnya adalah, berangkat ke Cilegon kapan, naik apa, disana gimana. Kalo untuk tempat kost alhamdulillah udah dapet channel dari kakak tingkat, yang (katanya) tinggal terima beres, alias uang sewa kost itu udah plus makan sehari dua kali plus laundry. Tapi berangkatnya gimana ? Naik apa? Jam berapa? Siapa aja yang barengan? Setelah mengadakan rapat (ceilah) berempat diperoleh keputusan kalo gue, Elissa dan Dian bakal berangkat hari minggu, 3 Januari ngeteng, dan Nabilah yang dianter ibunya berangkat duluan, pesawatan.

Skip ke 3 Januari, niatan awal berangkat jam 8, tapi entah kenapa hari itu magernya luar biasa. Akhirnya berangkat dari kosan jam 10an. Berangkat ke Rajabasa dengan berbekal dianter pak flamingo alias motor Ridho, terus langsung cari bis dengan tujuan Bakauheni. Harga bis nya ternyata murah loh, AC 35ribu dan nonAC 27ribu. Setelah rembukan, dipilih lah berangkat dengan naik bis nonAC yang bangkunya 3-2 jadi bisa duduk bertiga. Perjalanan dimulai, dan gue minum antimo. Jaga jaga takut mual dijalan haha. 4 jam duduk di bis sampe tepos, sampailah kita di Bakauheni. Terakhir ke Bakauheni waktu kelas 3 SMA, dan berasa banget perubahannya, sekarang lebih bagus yak (norak). Terus masuk lah ke bagian tiket, dan ada tulisan wajib menunjukkan KTP agau kartu identitas lainnya. Panik atgack menyerang, secara KTP, KTM, dan semua kartu identitas gue udah ilang bersama dompetnya. Untungnya, ternyata beli tiketnya bisa diwakili jadi 1 rombongan itu cukup 1 kartu identitas. Jadilah gue dan Elissa mengorbankan Dian untuk beli tiket dengan alasan dia yang udah pernah beli tiket kapal haha (devillaugh). Setelah lancar beli tiket, langsung jalan ke dermaga. Masuk ke kapal daan, langsung kecewa karena kapalnya (ehhmm) ga bagus. Ngemper lah kami di pinggiran kapal. Kapal pun jalan, dan begitu sampai di Merak, si kapal masih harus antre dermaga karena ga ada dermaga yang kosong. Keseell, badan udah capeek banget rasanya. Di kapal udah 4 jam, nunggu dermaga hampir 2 jam, tapi ga ada perubahan, kapal cuma maju mundur cantik. Gue, Dian, dan Elissa mencoba menghibur diri dengan memandang laut lepas. Menebak - nebak apa fungsi bangunan - bangunan aneh di pinggir laut, sampaj akhirnya kami melihat sunset dari atas kapal. Cantik banget sunsetnya. Sayangnya fotonya entah ada dimana haha. Gue cuma berdoa fotonya ga kehapus aja. Kemudian, adzan maghrib berkumandang, dan ga lama kapal bersandar. Alhamdulillah. Kami langsung turun kapal dan ke pintu keluar, cari angkot. Yaaa sesuai petunjuk dan hidayah (lebay) kami harus naik angkot warna merah dari Merak dan bilang "Krakatau Junction ya pak" begitu sama supirnya. Naik angkot kurang lebih 30 menit, dan kami sampai di Krakatau Junction. Setelah turun, bingung lah kami harus kemana. Akhirnya tanya satpam alamat yang akan kami tuju, dan diarahkan tujuannya. Kampretnya, jalan yang ditunjukkin satpam itu gelap banget! Minim penerangan. Jadi seram sendiri apalagi sedang di tanah orang. Belum lagi ibu kostnya sulit dihubungi, rasanya lengkap sudah penderitaan malam itu -____-" mana ga ada orang yang bisa ditanya. Akhirnya kami nanya dengan kakak tingkat yang PKL sebelum kami, daa dikasih petunjuk ciri - ciri rumah si ibu kost nya. Ketemu! Tapi dipanggilin ga keluar keluar, kayak ga ada orang. Karena lelah teriak teriak, akhirnya nyoba telepon ibu kost, dan benar saja, ibu kost nya lagi di pantai Anyer, yamg ada dirumah anak dan suaminya yang asik nonton tv, jadi ga dengar panggilan kami. Akhirnya, dengan nekatnya kami gedor pjntu gerbangnya, gue pukul pukul gembok ke pintunya, dan akhirnya si anaknya ibu kost keluar. selesai sudah penderitaan malam itu. Setelah basa basi sedikit dengan bapak kost dan anaknya, kami pun dipersilahkan masuk kamar dan disiapkan makan. Setelah mandi, makan, kami pun teparr, langsung tidur.

Keesokan harinya, kami bangun pagi dengan penuh semangat. Hari pertama PKL harus memberikan kesan baik dong haha. Setelah perkenalan dengan ibu kost dan tanya tanya alamat yang akan kami tuju, kami pun berangkat ke tempat pembekalan. Kami pikir yang ikut pembekalan ga akan rame rame amat, ternyataa, ramee menn. 200 orang, yang ternyata 3/4 nya adalah anak SMK. Posisi duduk kami pun dipisah antara anak SMK dan anak kuliah. Saat pembekalan pun kami mendapat teman baru dari berbagai universitas. Dua hari pembekalan berlalu dengan lancar, hingga kami dinyatakan lulus pembekalan dan dianggap siap terjun ke lapangan untuk melaksanakan KP/PKL. Kami berempat ditempatkan di divisi Maintanance Service / Iron Steel Making and Auxiliary dan divisi tersebut berada di area Slab Steel Plant.

Di hari ke - 3 di KS, dan hari pertama turun ke lapangan, kami dihadapkan dengan masalah baru, kami bingung berangkat ke pabrik naik apa. Sebenarnya ada bis perusahaan. Tapi yang jadi masalah adalah, bis perusahaannya ga cuma satu, dan tujuan bis tersebut pun berbeda - beda ke setiap plant nya. Nanya sama ibu pun ga nemu solusi karena beliau biasa naik mobil kantor. Bermodalkan nekat, kami jalan ke jalan raya, dan ternyata ramai teman teman PKL dari Padang yang sedang menunggu bis perusahaan. Rintangan pertama terlewati. Begitu sampai plant site, kami pun kembali menjadi orang hilang, karena ternyata di gerbang plant site adalah tempat transit bis, yang akan mengantar karyawan ke plant masing - masing. Di setiap bis diberikan nomor sebagai identitas bis tersebut. Kami pun bertanya ke satpam bis nomor berapa yang harus kami naiki, dan dengan polosnya satpamnya bilang beliau gatau. Gemeezzzz sama kumis pak satpam. Akhirnya tanya dengan barbar ke karyawan, sedangkan bis udah mulai berangkat. Setelah ber menit menit bingung, dan bis di area  transit semakin sedikit, salah satu karyawan membantu memberi solusi untuk ikut bis yang dia naiki, lalu turun di jalan depan gang menuju SSP. Menurut dia sih jalan masuknya ga jauh. Kami nurut aja. Setelah turun dari bis, kami hanya lihat jalanan berdebu, dan bangunan tinggumi yang didalamnya banyak balokan baja -___-" ga ada manusia yang bisa dimintai keterangannya alian di tanya tanya Bermodalkan keyakinan, kami jalan menyusuri jalan itu, dan menemukan plang yang bertuliskan "SSP" dengan tanda panah. Girang? Banget! Kami ikuti plangnya, dan ketemu karyawan. Kami tanya beliau ruangan pak Sularto, yang merupakan destinasi utama kami (haha) dan bapak tersebut memberikan petunjuk gedungnya. begitu sampai di gedung yang dimaksud, kami bingung (lagi). Dan untungnya ada bapak bapak karyawan yang bisa dijadikan sasaran bertanya, dan bapak itu tanpa segan mengantarkan kami sampai ke ruangan pak Sularto. Alhamdulillah.

Setelah bertemu pak Sularto, basa basi sedikit, kemudian kami dikenalkan dengan pembimbing kami. Elissa dan Nabilah dengan pak Dayat, gue dan Dian dengan pak Solikhin. Tapi sebelum ke pak Solikhin, kami diantarkan ke pak Teguh terlebih dahulu, dan pak Teguh dengan baik hatinya mau mengantarkan kami keliling pabrik dan mengenalkan kami sedikit mengenai bagian bagian mesin pabrik. Setelah puas berkeliling, kami pun kembali ke ruangan pak Sularto. Elissa dan Nabilah masih dengan pak Dayat, dan mereka sedang perkenalan dengan MT. Apa itu MT? Next deh ceritanya, bakalan panjang kalo cerita mereka haha. Setelah mereka selesai perkenalan, pak Dayat berencana mengajak keliling pabrik setelah makan siang. Tapi karena dikejar waktu, kami terpaksa menolaknya karena harus izin untuk langsung kembali ke kosan yang berarti langsung pulang ke Lampung. Pihak kantor pun langsung mengizinkan, tapi permasalahannya, kami gatau keluar plant site naik apa, belum lagi dari gerbang plant site sampai jalan raya jaraknya bukan main jauhnya. Tapi namanya rezeki sih ya, pak Sularto pun menawarkan tebengan karena kebetulan beliau ingin pulang kerumah untuk mengambil berkas. Kami pun pulang ke kostan, istirahat sejenak, dan besiap pulang ke Lampung. Akhirnya sekitar jam 2 kami keluar kosan, naik angkot ke Merak, beli tiket, dan pulang. Pas pulang, lagi lagi kami terpisah. Nabilah doang sih yang terpisah. Dia pulang dengan ibunya, dan gue, Dian, Elissa ngeteng. Untungnya, kapal pas pulang ini nyaman banget. Ada tempat lesehannya, yang full busa jadi nyaman buat tidur hehe. Ada home theatre lengkap dengan film yang keren. Dan perjalanan pulangnya jauh lebih cepat dari berangkat! Hanya 5,5 jam dari keluar kost hingga sampai di Rajabasa. Rasanya itu, 6 Januari 2016 ditutup dengan sempurna, dan kami pun melaksanakan UAS denhan tenang dan nyaman 💕

Something new(?)

First publish on this blog. Yaaap, sebenarnya ini bukan pertama kalinya gue nge blog. Entah udah berapa domain blog yang gue punya. Tapi ada satu yang paling paling gue sayang: duniamii yang sayangnyaaa gue lupa passwordnya apa. Jadiilah sejadi jadinya, gue buat domain baru lagi. Ahhh, gue lelah ganti ganti. Semoga ini domain blog terakhir gue, kecuali gue bisa beli domain web whahahaa.
.
.
.
Oktober 2013, terakhir kalinya aku mengayunkan jemariku di atas keyboard laptop reot kesayangan hanya untuk menyimpan kenangan yang tak mungkin mampu bertahan lama di pikiran. Ya, sekuat apapun kenangan itu, perlahan tapi pasti, otak pasti akan mendistorsinya. Setelah postingan terakhir di blog itu, apa yang terjadi? Entahlah. Aku kehilangan semangatku untuk menulis. Bahkan onenote yang biasa aku jadikan diary digital offline ku pun kosong. Yaaah terkadang, sesekali aku menulis, dan mempost nya di note facebook. Namun, aku tetap saja kehilangan atmosfer menulisku. Tiga tahun aku hanya berkutat dengan sistematika penulisan yang berlandaskan laporan. Yaapp, menulis laporan praktikum yang menggunung itu kujadikan alasan mengapa aku kehilangan semangat menulis blog.

Hingga akhirnya, hari ini, aku membaca blog milik teman - temanku, Ezrawati dan Sidik Akamsi. Setelah membaca blog mereka, aku sadar satu hal. Aku sudah menghapus memori 3 tahun kebelakang begitu saja. Yah, otakku bukan otak orang cerdas yang mampu menyimpan setiap detail kejadian yang terjadi tiga tahun kebelakang. Dan kini aku menyesal. Banyak hal yang seharusnya mampu aku abadikan, agar mampu kukenang ketika aku membaca blog ku di hari tua nanti. Dan, ya, setelah membaca blog mereka, semangat menulisku bangkit.

Banyak hal yang terjadi dalam 3 tahun. Terakhir aku menulis di blog, tentang kisahku dengan Ridho. 3 tahun lalu, dan ya. sekarang Aku masih "menjalin asmara" dengannya. Tapi, selama 3 tahun itu pula, banyak kejadian yang lalu lalang di hidupku. Dimulai dari kehidupan selama menjadi maba, kegagalan gamafi, jadi anggota magang di sosmas, diangkat jadi pengurus Himafi, praktikum Elektronika Dasar yang dengan supernya menulis laporan menggunakan mesin tik, dinamika selama jadi pengurus Himafi, jadi sekdiv HPD FIESTA XIV, demisioner pengurus, diangkat jadi sekbid, memilih KBK instrumentasi, dinamika jadi sekbid, PKL, FIESTA XV, demisioner pengurus, KKN, mahasiswa tingkat akhir, belum lagi bumbu bumbu kehidupan yang terjadi selama tiga tahun ini. Berantem dengan Ridho, betapa nyamannya masa PKL, betapa dramanya masa KKN. Yash, aku sadar betapa banyak memori yang ingin ku kenang, namun otakku pun tak mampu mengingat dengan detail apa yang terjadi 3 tahun kebelakang.

Aku akan berusaha mengurutkan masa - masa itu. Menuliskannya di diary digital ini. Aku tetap ingin, di masa tuaku nanti, ada kenangan yang akan masa mudaku yang penuh drama haha. Yaaa, satu - satu.
semangaatt 😊